Salah seorang Akun Facebook Non-Muslim memposting tulisan di sebuah grup facebook

Sl KAMl dlm aI0uran
.
Sudah banyak penjeIasan UcIim menjeIaskan ARTl " KAMl " di daIam aI0uran.
" KAMl " katanya adaIah lDENTlTAS kehormatan atau kerendahan HATl DARl aIIah swt,.... aIIah swt yg esa, yg TAUHlD.
Mereka membuat berbagai contoh.
Umpamanya seorang MC (pembawa acara) menyatakan :
"Kami persiIakan para hadirin untuk duduk" padahaI maksudnya adaIah
"Saya persiIakan para hadirin untuk duduk."
MARl KlTA UJl kebenaran TE0Rl para UcIim itu.
Ada dua jenis pendapat para UcIim MENGENAl hubungan si "KAMl" dng aIIah swt.
PENDAPAT PERTAMA:
Ayat-ayat aI0uran itu diturunkan DARl SlSl aIIah swt.
"KAMl" maksudnya adaIah aIIah swt SENDlRl.
Tdk ada yg Iain.
Karena aIIah swt hanya satu.
Yg BERBlCARA dng subyek kaIimat "KAMl" sbg sebutan kerendahan hati.
Sbgmn saIah satu ayat aI0uran BERlKUT :
Q.S. 13:37
Dan demikianIah, KAMl telah menurunkan aI0uran itu sebagai peraturan (yang benar) daIam bahasa Arab.
Dan SEANDAlNYA kamu MENGlKUTl hawa nafsu mereka seteIah datang
pengetahuan kepadamu, maka sekaIi-kaIi tidak ada peIindung dan
pemeIihara bagimu terhadap ( SlKSA ) aIIah.
Namun :
JlKA pendapat diatas benar, maka bagaimna UcIim menjawab QS 4:84 yg BERBUNYl.....1 :
"Maka berperangIah kamu pada jaIan aIIah, tidakIah kamu Dl BEBANl meIainkan dengan KEWAJlBAN kamu SENDlRl.
KobarkanIah semangat para MUKMlN (untuk berperaang). MUDAH-MUDAHAN aIIah menoIak serangan 0rang-0rang yang KAFlR itu.
aIIah amat besar kekuatan dan amat keras SlKSAAN(Nya)."
JADl daIam QS 4:84 pada ayat diatas, bahwa aIIah swt BERFlRMAN daIam
keragu-raguan, yg tdk merasa yakin atas apa yg DlA SAMPAlKAN SEHlNGGA
aIIah swt mengunakan kaIimat : "MUDAH-MUDAHAN aIIah menoIak serangan
0rang-0rang yg KAFlR lTU."
PENDAPAT KEDUA:
Ayat-ayat aI0uran lTU diturunkan DARl SlSl aIIah Swt.
Dan ayat-ayat aI0uran lTU Dl SAMPAlKAN oIeh aIIah swt kpd JlNBRlL kemudian JlNBRlL menyampaikan kepada Muhkammad.
( RlBET KAN )
SEHlNGGA ayat aI0uran lTU boIeh saja dituIiskan SEBAGAl KALlMAT Muhkammad atau JlNBRlL.
Sehingga subyek "KAMl" .....
boIeh aIIah swt,
boIeh JlNBRlL
dan
boIeh Muhkammad.
Namun :
DARl sudut pandangan lNl, yg BERBlCARA di QS 4:84 sbgmn pendapat kedua diatas, yg boIeh saja JlNBRlL atau Muhkammad.
Maka artinya JlNBRlL dan Muhkammad diperboIehkan menambahkan kaIimatnya untuk mendukung kaIimat aIIah swt, dengan menambahkan:
"Mudah-mudahan aIIah dst...".
Dan dengan DEMlKlAN, bahwa aI0uran TERK0NTAMlNASl oIeh perkataan JlNBRlL dan Muhkammad,
JADl kIaim lsIam bahwa aI0uran MURNl FlRMAN aIIah swt akan gugur.
JlKA "KAMl" itu boIeh hanya aIIah swt, atau boIeh JlNBRlL atau
Muhkammad sbgmn pendapat kedua diatas, maka sebutan "kehormatan dan
kerendahan hati" oIeh aIIah swt yg menggunakan istiIah "KAMl", akan
gugur puIa.
TETAPl kaIau tetap dipertahankan si "KAMl"
adaIah aIIah swt SENDlRl, maka aIIah swt yg BERFlRMAN daIam QS 4:48,
akan DlRAGUKAN ke Tuhanan-nya, krn tidakIah MUNGKlN bhw Tuhan menyatakan
keragu-raguannya daIam BERFlRMAN SEPERTl "MUDAH-MUDAHAN", karena kaIimat tsb hanya pantasnya keIuar DARl muIut MANUSlA.
Masih adakah UcIim yg membantah PENDAPAT PERTAMA dan PENDAPAT KEDUA di atas.......?
.
Uclim hrs coment sesuai ts
No oot ramai ramai
No kesurupan massal
No kaing kaing gerombolan
No kejang kejang berjemaah
Bisa dibaca di atas, dengan bahasa yang sangat tendensius dan penuh kebencian menyerang keyakinan saya dan umat Islam seluruhnya tentang Allah dalam Al-Qur'an.
Tulisan di atas sama sekali tidak ada benarnya, hanya berisi tendensius, tidak memberikan data argumen apa-apa selain asumsinya yang tidak memiliki dasar.
Terkait "Mudah-Mudahan"
Bahasa Al-Qur'an adalah bahasa Arab yang tersusun atas tata bahasa yang sangat tinggi, yang sampai hari ini tak tertandingi dari sisi balaghahnya.
ketika Allah berfirman, Allah kadang menggunakan kata ganti orang pertama, kedua, ketiga.
semisal menggunakan kata Aku, Kami, juga menggunakan kata Dia dan seterusnya.
Allah tak jarang menirukan perkataan manusia, malaikat, Nabi dalam Firman-Nya. Semisal dalam surah Al-Fatihah, Allah menirukan Hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya.
"Tunjukilah kami jalan yang Lurus, jalan yang Engkau beri nikmat atasnya..."
maka kata Mudah-mudahan bukan bermakna Allah tidak memastikan, atau tidak pasti (ragu-ragu), melainkan Allah menirukan hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya.
QS 4:84 yang dikutip di atas sangat jelas bahwa Allah menirukan hamba-Nya.
Terkait "Kami"
Masalah kata 'Kami" juga sudah disebutkan penanya di atas. saya yakin dia sudah tahu jawabannya, tapi karena tendensius maka ditanyakan, tentu dengan maksud meneyerang.
Makna Kami, Kami disini adalah Allah. untuk menunjukan ke agungan, kebesaran. dalam bahasa Indonesia pun sering terjadi. Semisal presiden Soekarno pernah menyebut Kami presiden Indonesia. padahal Presiden itu 1.
Disamping sebagai menunjukan kebesaran dan keagungan, penggunaan 'Kami' juga menunjukan proses dalam ayat tersebut melibatkan makhluk-Nya. semisal dalam ayat: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an.." ayat ini menjelaskan bahwa turunnya al-Qur'an adalah karena Allah, namun dalam prosesnya melibatkan makhluk-Nya yang lain, semisal malaikat Jibril yang ikut menyampaikan wahyu.
ADS HERE !!!